“Gaza bukan soal roket dibalas agresi. Ada cerita panjang ketidakadilan dan penindasan berkelanjutan rakyat Palestina oleh Zionis Israel di baliknya..Agresi terhadap Gaza, dan pendudukan atas Palestina pada umumnya, sepenuhnya berakar pada ketidakadilan dan penindasan seperti ini. Tak ada analisis atas persoalan Palestina yang bisa dibenarkan kecuali dengan melihat dan meletakkan persoalan ini dalam konteks historis dan sudut pandang yang komprehensif. Bagi yang memerlukan analisis seperti ini, buku inilah jawabannya.”
Coming Soon! “GELEGAR GAZA”
Posted by Unknown 1 comments
Labels: Amerika, Deddy Prihambudi, Gaza, Haidar Bagir, Hamas, Irman Abdurrahman, Islam, Israel, KUMAIL, LBH Surabaya, Muhsin Labib, Palestina, Sastra, Timur Tengah, YLBHI
Inilah pagiku…
Inilah pagiku…
Oleh: Maspati winarto
Seminggu sudah aku tinggal di kost-kost-an. Ini adalah pengalaman baru. Untuk pertama kalinya aku harus berpisah dari bapak dan ibu. Adaptasinya cukup sulit juga. Tiap lima jam sekali aku nelpon rumah. Sekedar say hello sama mami and papi. Padahal dari kelas 2 SMU keinginan untuk segera kuliah, bebas dari omelan mami dirumah terus menggebu. Eh setelah benar-benar kejadian ternyata susah juga ya. Dua malam pertama aku gak bisa tidur. Terpikirkan kamar besarku, sprai bermotif Inter Milan dan sejuknya hembusan kipas angin kamarku.
Posted by Unknown 0 comments
Labels: Sastra
Menyambut Muhammad
"Wa mâ arsalnâka illa rahmatan lil-'alamîn"
"Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali
untuk rahmat semesta alam"
"Qul bi fadhlillahi wa bi rahmati fa bi-fadhlika fal-yafrihu"
"Katakanlah: Atas rahmat dan anugerah Tuhanmu,
maka dengan itu hendaknya engkau bersuka cita"
Atas anugrah dan sasmita dari Tuhan,
Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang
orang-orang beriman merayakan kedatangan
Nabi al-Mustafa hamba yang terkasih
yang bersua dengan-Nya ketika Mi'raj
Ia adalah Muhammad putra 'Abdullah dan Aminah
Semoga Rahmat, Anugrah dan Salam Sejahtera
bercurah melimpah ke atas Muhammad,
keluarganya yang suci,
bapaknya, istri-istrinya, keturunannya,
sahabat-sahabatnya yang terpilih,
kerabatnya, pengikutnya yang setia
dan untuk mereka yang mencintai Muhammad
sepanjang hayat kini dan hari depan
dan pada setiap relung ruang dan kurun waktu
Kedatangannya merupakan khazanah keceriaan
Tidak hanya bagi insan seluruhnya
Tetapi juga bagi makhluk-makhluk Tuhan besar dan kecil
Pada dunia persada dan samudra yang maha luas.
Pada pepohonan dan belantara
Pada satwa di angkasa dan di bumi yang terbentang
Bahkan pada seonggok serangga
Keceriaan meliputi mereka seluruhnya
Di dunia eksistensi Yang berasal dari-Nya
Melalui titian-Nya Dan menghamba kehadirat-Nya
Di sini, di persada dunia Kehidupan Muhammad dan bahkan
Kematiannya adalah kesempurnaan cahaya mentari
Saat kedatangannya dan kepergiannya
Ia adalah manusia agung
Ia adalah mutiara kebaikan dan kekudusan
Pemilik keparipurnaan visi dan ketentuan Pecinta Tuhan sejati
Hingga memiliki pengikut setia dalam kebaikan dan kesalehan
Yang berjuang tuk gapai manisnya madu
dan sejuknya air penjelmaan anugrah Tuhan
yang menetes yang dinantikan oleh para pencari
di saat kedatangannya
semoga Tuhan memberkati ia selamanya
Bara cinta menggelayut mengilhami esensi
dan renjana kehadirannya dalam daur pengabdian para pencari
menjaga malam tetap menyala dengan api pujaan dan sanjungan
Wahai yang terkasih
rembulan bersinar terang di atas sahara dan samudra
menyambut kedatanganmu
setiap wujud dan sel setiap atom berkisar dalam ekstase kegembiraan
bersuka cita mendengar kedekatan jejak-jejakmu
pada ranah dunia ini pandu kami
wahai engkau yang sadar!
pada visi roman mukamu bersinar cahaya Tuhan
yang melantik engkau sebagai mahkota penciptaan
-- Syaikh Muhammad Nazhim Haqqani --
Posted by Unknown 0 comments
Labels: Sastra