Solo - Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengekspresikan pendapat. Sejumlah mahasiswa di Solo misalnya, menggelar aksi menolak rencana kenaikan harga BBM dengan mendatangi sebuah SPBU. Belasan sepeda motor dibawa dengan cara dituntun. Sesampai di lokasi setiap sepeda motor diisi bensin seharga Rp 1.000.
Aksi tersebut dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari HMI dan KAMMI. Mereka sebelumnya bergabung dengan ratusan pendemo lain yang menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM di Bundaran Gladag, Rabu (21/5/2008). Dari Gladag massa menuju ke Pasar Gede dan selanjutnya menuju gedung balaikota.
Ketika massa menuju balaikota inilah puluhan mahasiswa yang semula masuk dalam satu komando aksi, memisahkan diri masuk Jl Mayor Kusmanto. Mereka menuju SPBU Loji Wetan. Di barisan paling depan adalah sebelas orang yang masing-masing menuntun sepeda motor yang diberi tulisan 'bensin habis'.
Sesampai di lokasi SPBU, puluhan polisi telah menjaga ketat pintu masuk SPBU. Pembawa sepeda motor dipersilakan masuk, sedangkan peserta aksi lain menunggu di luar areal SPBU sambil terus berorasi.
Sepeda motor tersebut lalu antre mengisi bensin. Setiap unit diisi hanya seharga Rp 1.000. Menurut mereka aksi tersebut merupakan penggambaran semakin rendahnya daya beli yang dimiliki masyarakat. “Sekarang pun kami sudah kesulitan membeli bensin, apalagi nanti,” ujar salah seorang dari mereka.
Sedangkan massa yang lain, hingga berita ini diturunkan masih melakukan aksi di depan balaikota Surakarta. Mereka berasal dari berbagai kampus di Solo, LSM, warga masyarakat, kader partai hingga anggota DPRD.(mbr/nrl)
Sumber: Detik
1 Comment:
Asyik dong bisa dapet BBN cuma Seribu! kenapa tidak ajak semua kader dan instruksikan kepada semua cabang yang ada, biar kita dapet BBMnya gratisan.
tapi sekarang masanya sudah lewat. SBY yang bolot itu sudah tideak bisa di gubris tentang kebijakannya yang tak bijak itu.
Post a Comment