oleh: Kanda Yasser Arafat
Tidak ada asap jika tidak ada api. Begitulah pepatah yang pas untuk menggambarkan konflik yang terjadi antara mahasiswa dan oknum polisi di Makassar sana. Selama 1 minggu ini, hampir seluruh televisi dan surat kabar memberitakan konflik yang terjadi disana.
Gaya pemberitaan masing-masing media itu pun berbeda-beda. Ada yang cenderung mendiskreditkan salah satu pihak, ada yang cenderung netral. Semua itu tentu berangkat dari kepentingan apa yang mereka bawa.
Tulisan ini bukan hendak menghakimi salah satu pihak sebagai pihak yang paling benar, melainkan hanya sekedar mengungkapkan keluh kesah yang selama ini ada.
Baru-baru ini di jejaring sosial facebook, ramai orang memperbincangkan konflik HMI dan Polisi. Dengan gaya komentarnya masing-masing, mereka mengungkapkan kekesalan kepada salah satu pihak.
Bagiku, komentar-komentar seperti itu bukanlah komentar yang konstruktif. Mengapa begitu banyak orang yang termakan provokasi semacam ini?
Dua Prinsip Umum dalam Menganalisa Konflik HMI dan Polisi
Posted by Unknown 7 comments
Labels: Aksi, Anarkis, Artikel, Facebook, HMI, HMI dalam berita
Badan Hina Pendidikan (BHP)
[caption id="attachment_1416" align="alignnone" width="177" caption="Badan Hina Pendidikan (BHP)"][/caption]
Badan Hina Pendidikan, begitulah salah seorang kawanku yang berjiwa hijau hitam merah itu menyebutnya. BHP yang sebetulnya singkatan dari Badan Hukum Pendidikan, kemudian ia plesetkan menjadi Badan Hina Pendidikan.
Tolak BBM Naik, Mahasiswa Solo Beli Bensin Rp 1.000 di SPBU
Solo - Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengekspresikan pendapat. Sejumlah mahasiswa di Solo misalnya, menggelar aksi menolak rencana kenaikan harga BBM dengan mendatangi sebuah SPBU. Belasan sepeda motor dibawa dengan cara dituntun. Sesampai di lokasi setiap sepeda motor diisi bensin seharga Rp 1.000.
Subscribe to:
Posts (Atom)