Oleh: Aan Rukmana
Sore itu langit Jakarta mendung diselimuti kabut kesedihan. Atmosfer pesimisme kolektif merebak seketika. Struktur bangunan kebangsaan seakan ambruk. Roda aktivitas pun terhenti sesaat. Sebuah momen historis kepergian Sang Guru Bangsa. Tepat pada 29 Agustus 2005 lalu bangsa Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Prof. Dr. Nurcholish Madjid yang akrab disapa Cak Nur telah tiada.